Saturday, July 30, 2022

sepasang tangan Hangat, mu

0 comments
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu pernah menjadi yang selalu siaga untuk menutupi telingaku setiap kali alunan sirene berbunyi, suara yang membuatku kembali mengingat satu episode kehidupan pada satu pagi yang diiringi rintik hujan
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu pernah menjadi sigap mencegah tanganku ketika akan menambah rasa pedas dimakananku
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu selalu setia menjadi tempatku untuk menyambut temu setelah jarak yang terbentang diantara kita
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu selalu menjadi tempat wajahku berlindung, bersembunyi dibalik dekapan hangatnya
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu pernah menjadi untuk yang mengisi sela-sela jemariku, menggengamku dengan lembut, meredam segala resah dan gelisah
Diwaktu kemarin sepasang tanganmu pernah menjadi bagian dari tempat persembunyianku, setiap kali aku kehujanan dan tidak ingin menampakkannya kepada dunia

kini tangamu begitu asing- terlampau asing untuk ku kenali lagi
kini tanganmu berpindah tempat untuk seseorang yang lain
kini tanganmu berubah melindungi wanita lain
kini tanganmu bukan lagi tangan yang pernah menjadi rumahku

Thursday, March 11, 2021

Salah

0 comments
“Apa salahnya bersua?” Tanyanya dengan santai kepadaku.
Bagaimana pertanyaan itu bisa kau ucapkan secara gamblang?
Kau tahu salahnya dimana?
Sejak awal ketika kita tidak bertaut dalam satu cerita yang sama.
Aku dan kamu sama-sama memiliki sebuah kesalahan.
Masing masing dari kita adalah kesalahan yang mencari sebuah penggenap untuk menjadi benar.
Sepasang kesalahan yang secara egois untuk menjadi benar dengan menjadi kita.
Hingga satu waktu kamu sendiri yang tanpa sebuah kata, menyadari bahwa kesalahan yang kita coba untuk menjadi benar, tidak akan pernah terwujud.
Kau sendiri yang melangkah pergi, menghilangkan dan meninggalkan dan telah menemukan satu, yang bisa membuat kesalahan di dirimu berhasil menjadi sebuah benar.
Lantas, kenapa sekarang setelah kau sudah menjalani hidupmu dengan benar, kau melontarkan pertanyaan seperti itu?
Masih belum jelaskah, keegoisan dari masing masing kesalahan yang dimiliki kita paksakan untuk menjadi benar?
Aku dan kamu adalah sepasang salah yang tidak akan pernah menjadi benar dengan menjadi kita.
Kita adalah sebuah kesalahan yang seharusnya tidak kau teruskan, terlebih setelah kini kau telah menemukan benar dengan orang lain.

Thursday, March 5, 2020

Lantas aku bagaimana?

0 comments
Bar...
Here i am. Back to this place
Break my own promise.
Sejak kepergianmu waktu itu
Duniaku benar² tidak bisa kujelaskan sekacau apa
Sejak kehilangan mama dan kemudian bapak
Aku memang sudah menjadi keras kepala bukan?
Bahwa aku tidak memiliki seorang pun yg bersedia peduli
Yg bersedia menemani
Menerima segalaku
Tapi kamu pernah ada, jauh lebih keras kepala meyakinkanku akan keberadaanmu yg bersedia menerima,bersedia peduli dan bersedia menemani
Meski berkali kali hal itu tidak ku yakini
Ber kali kali itu pula kau meyakinkanku
Apakah selama ini aku mengalami halusinasi yg sangat hebat?
Ntahlah
Kau tau bukan
Topeng yg selalu aku kenakan selama ini
Topeng yg mati²an ingin kau lepas
Agar aku bisa menjadi diriku di depanmu
Menjadi diriku tanpa kepura²an seperti yg aku berikan di depan orang lain
Jika memang selama ini hanya sekedar ilusi
Tapi kenapa aku merasakannya bar?
Aku pernah merasakan bahwa kau sungguh² bersedia
Ketika aku kehujanan, dan kau ada disana
Meyakinkan aku bahwa tidak masalah jika aku ingin menangis dan menjadi lemah
Jika aku ingin menyerah terhadap hidup
Dengan pelukanmu kau benar² bisa menenangkan aku dari segala pikiran dan perasaan kacau
I can feel that!
Dan jika itu memang sebuah kepura puraan
Bagaimana bisa aku benar² merasa tenang ketika dalam pelukanmu??
Meski tanpa bercerita,sekedar bersandar dibahu saja sudah membuat aku tenang
Membuat aku kembali merasakan makna sebuah rumah yang sudah hilang?
Apakah perasaan yg kurasa waktu itu membohongi diriku sendiri?
Bisa kembali yakin untuk tetap bertahan meski keinginan untuk menyerah dan mengakhiri hidup ini jauh lebih mudah
Aku kira yang kau miliki waktu itu benar² sebuah rasa
Rasa tulus dari hatimu
Tapi ternyata
Semuanta tidak bermakna sama sekali bagimu
Atau memang aku yg sedikitpun tidak.pernah menjadi seseorang bagimu?
Lantas mengapa kamu membuat aku senyaman dan tetap bertahan dengan keberadaanmu?
Sejak kau beranjak melanjutkan langkahmu bersama dia
Jujur
Aku tidak tahu lagi harus bagaimana
Jangankan untuk melangkah
Untuk kembali berdiri saja aku tidak bisa dan tidak ingin
Kali untuk apa?
Toh kamu semakin membuktikan bukan
Bahwa aku memang tidak memiliki seseorang yg peduli akanku
Mau aku tetap bernafas atau tidak
Persetan
Gaada yg peduli
See?
Kau melanjutkan hidupmu dengan begitu sempurna
Tidak hanya sekedar merencanakan
Tapi kau menjalankannya
Bersama dia yg benar² kau yakini untuk kau temani langkah dan hidupnya
Yang benar² kau yakini untuk menjadi teman disetiap langkah dan cerita hidupmu seterusnya
Se sampah itu ya aku
Hahaha
Melihat senyummu terukir begitu sempurna ketika bersanding dengan dia
Aku kembali mengingat semua senyum dan canda tawamu ketika bersamaku
Apakah semua itu salah satu bentuk kepura²anmu?
Bagaimana bisa aku mengartikan itu semua begitu nyata?
Aku tau, perjalanan kita selama ini selalu dihiasi dengan pertengkaran
Tapi dititik itu
Aku memang hanya ingin bertengkar denganmu saja
Lucu bukan?
Hanya bertengkar denganmu saja membuat aku nyaman
Tdak dengan yg lain
Dan kini aku semakin merasa bahwa hal itu benar adanya setelah ketiadaanmu
Tapi, tidak ada gunanya
Karna partner tengkarmu sekarang bukan aku
Dan dengannya kamu menjadi nyaman
Memang mungkin selama ini rasa itu hanya sepihak saja ya.
Hanya dipihakku
Akunya yg terlampau geer dengan mengira rasa itu juga kau rasakan
Dan tangis masing² aku pernah merasa kita saling menjadi tempat yg aman untuk menjadi lemah
Ternyata bagimu tidak
Damn. Sebegitu geernya aku pernah merasa bahwa kamu bisa tenang jika denganku
Merasa nyaman untuk menjadi lemah dan rapuh denganku
Well, terlepas dari 2 sahabat yg selalu menemanimu ketika kau lagi ada masalah
Yg selalu jadi teman setiamu untuk menemanimu ketika dalam keadaan baik baik saja
Ingat?
Aku perna iri bukan kepada dua hal itu hahaha
Dan kanu tau sekarang?
2 hal yg menjadi sahabat terbaikmu ketika dalam keadaan kacau itu kini menjadi sahabatku juga
Aku benar² tidak tau harus bagaimana
Dan akhirnya menjadikan mereka sebagai teman ketika aku benar² tidak sanggup lagi untuk berpura² baik baik saja
Aku tidak pernah memiliki seseorang yg bersedia menerimaku ketika dalam keadaan tidak baik baik saja bar.
Dulu aku kira kamu orangnya
Tapi ternyata kamu tidak
Aku yg salah menafsirkan waktu itu
Benar² sebuah neraka yg harus aku hadapi ketika kau pergi
Ada begitu banyak hal bodoh yg aku lakukan untuk mengakhiri segala rasa sakit itu
Aku tidak sanggup untuk merasakan segala sakit itu
Aku ingin segalanya hilang
Bahkan termasuk diriku
Berkutat dengan segala hal buruk untuk mengakhiri hidup
Dimana selalu saja ada yg mengagalkannya
Aku mencoba beranjak
Lebih menjadi nekad
Mendatangi tempat asing
Mengenal orang asing
Hingga aku menjadi asing
Aku bahkan tidak bisa mengenali diriku sendiri
Perjalanan itu sekarang membuatku mengenal beberapa orang bar
Bahkan terkadang aku bingung
Bagaimana bisa aku menjadi seperti sekarang
Kenal dan berteman dari berbagai wilayah yg notabene benar² bukan seperti diriku
Orang kalimantan sulawesi daerah sekitar surabaya
Dengan mereka seringkali aku bercerita banyak hal
Yg terkadang aku lupa pernah menceritakan hal itu
Ntahlah
Aku bingung
Mereka baik baik bar..
Andai aku bisa menceritakan mereka satu persatu kepadamu
Aku benar² merasa bersyukur
Mereka bersedia menerima segala ke anomalian ku
Mereka juga sering kali mengucapkan bahwa memang aku aneh tidak biasa
Dan kau tau sendiri bukan bahwa aku memang aneh haha
Selama ini aku selalu menggunakan kata gpp dan baik baik saja dalam kondisi yg sebaliknya
Tapi mereka seperti tau bahwa tidak seperti itu
Kau masih ingat?
Ya pasti lupa haha
Aku lemah terhadap udara dingin
Dan pelarianku sejak kepergiaanmu adalah naik gunung
Semacam salah satu cara aku mencoba untuk menghilangkan diri haha
Bukan cuma sekali bar
Aku kebak hypotermia ketika naik gunung
Terlebih ketika musim hujan
Kehujanan baju basah
Aku capek dan ingin tidur
Sungguh sebuah kombinasi yg luar biasa untuk mengakhiri hidup haha
Tapi mereka ada disana bar
Teman²ku
Menjaga merawat dan melindungi ketika aku terkena hypotermia
Menyebalkan memang
Kenapa mereka peduli
Kau juga ingat tidak
Kekeras kepalaanku dalam hal makan dimana aku memiliki penyakit maag
Sejak april sakit itu semakin menjadi
Sampai tiba disatu titik dimana dokter menvonis bahwa hal itu semakin parah
Senang sekali waktu itu
Caraku menghancurkan berhasil
Lagian aku juga malas makan sendiri
Aku ingin makan bersama
Nelongso rasanya ketika makan sendiri tu
Manjah bgt
Alay iya haha
Tapi itu yg kurasa
Sejak naik gunung
Aku suka ketika makan bersama
Rame rasanya
Kehangatan dalam kebersamaan itu kembali aku rasakan
Meski hanya ketika waktu itu saja
Makanya sejak itu
Setiap minggu aku naik gunung
Tapi akibatnya fatal
Fisik yg terlalu di forsir membuatku terkena tifus grgr keseringan naik gunung
Belum lagi cidera bahu ketika membawa beban tas
Tapi seru bar
Rasa sakit di badanku bisa sedikit mengalihkan rasa sakit dan hampa yg hatiku rasakan
Tapi semesta tidak bisa membiarkan aku berbahagia haha
Ketika aku mulai menemukan ketenangan dan sebuah kehangatan dalam bentuk pertemanan dengan mereka
Semesta kembali menghadirkan masalah
Yg kembali membuat aku ingin cabut dari dunia ini
Kau tau kan
Bagaimana saudara²ku
Sekarang mereka semakin jauh bar
Bukan jarak tapi kekeluargaannya
Ya memang aku tidak pernah memiliki keluarga bukan?
Ketika kamu pergi
Aku nangis ke mereka
Respon mereka datar sekali
Dengan penekanan untuk sabar,melupakanmu dan meyakini bahwa kamu bukan jodohku
Lihat kan?
Tidak ada yg bersedia menerima aku ketika aku bersedih
Mereka semua menuntut ku untuk kuat tanpa menyediakan ruang dan waktu bagiku untuk bersedih
Andai mereka tau,kehilanganmu aku bukan cuma sekedar kehilangan pacar
Lagian emang kita pacaran hahaha
Kehilanganmu aku kehilangan semuanya
Semua keyakinan yg dulu pernah hilang dan pernah kamu hadirkan kembali
Kehilangan makna rumah dan pulang
Kehilangan rasa nyaman dan tenang ketika dalam pelukanmu atau sekedar menatap matamu atau mendengar suaramu
Sehebat itu ya kamu pernah menjadi penenangku
Dan jelas. Sehebat itu pula aku menjadi kacau sejak kamu memutuskan pergi
Seringkali aku mengajak teman² ngopi bahkan sampe pagi
Aku merasa terharu
Baper bgt aku ya haha
Mereka menyediakan waktu yg seharusnya mereka bisa tidur nyaman dirumah masing²
Atau leye²an dirumah masing²
Tapi mereka habiskan dengan ngopi sama aku
Rame sekali mereka bar
Aku tidak paham
Dimata mereka aku seperti apa
Mungkin manusia yg benar² aneh dan mengenaskan ya hahaha
Tapi tetap saja bar
Masih ada yg kosong
Tempat dimana dulu kamu disana itu tetap kosong
Hal² receh dan remeh yg selalu kuceritakan kepadamu belum menemukan tempat baru
Genggaman tanganmu yg pernah menguatkan belum kutemukan di tempat lain
Pelukanmu yg menenangkan belum bisa kuyakini ada di orang lain
Atau memang aku sudah kehilangan rasa yakin bahwa bisa kembali merasakan hal itu
Atau bisa jadi aku sudab trauma untuk kembali merasakan hal itu yg ternyata hanya sebuah ilusi seperti yg pernah kamu berikan
Teman untuk nonton bioskop pun belum ada
Hahah
Tidak seperti kamu yg bisa kapanmu nonton bioskop berdua dan merasa nyaman
Setiap kali menonton sendiri
Aku masih terbayang keberadaanmu di kursi sebelahku
Satu²nya orang yg ku cubit
Hahaha
Mencubit jadi kebiasaanku
Tapi kalau bukan kamu aku gak bisa bar
Sampai kapan ya aku bisa benar² menerima ketiadaanmu
Dan bisa benar² menjalani segalanya dengan tanpa dirimu
Ketika segala yg pernah aku lakukan hanya dengan kamu
Aku seakan tidak menjadi diriku
Tapi aku tidak tau juga
Diriku ini seperti apa dan bagaimana
Lihat kan?
Bagaimana bisa aku seperti kamu yg menemukan seseorang untuk dijadikan teman hidup jika aku sendiri saja tidak mengenal diriku sendiri
Aku sekarang kacau setiap kali dirumah
Rumah bukan lagi rumah
Suasana sepi dan kosong nya sekarang jauh lebih menyakitkan bar
Aku ga bisa menghadapi semua itu
Makanya sering kali aku sampek pagi baru balik ke rumah
Itupun aku masih tidak bisa tidur
Tidak bisa merasakan hal nyaman seprtti dulu ketika ada ditempat ini
Terlalu besar kekosongan yg kini ada dirumah ini
Rasanya aku pengen ngilangin rumah ini
Dan pergi jauh dari bondowoso
Toh kini sudah tidak ada lagi yg tersisa dari kota ini selain rasa sepi
Setiap kali naik gunung
Aku selalu menyendiri sembari menatap langit bar
Masi ingat benda langit yg menggambarkan dirimu?
Ahaha
Selain aku merasa bisa bercengkrama dengan mama dan bapak
Aku juga bisa berbicara denganmu dalam bentuk awan bar
Rasanya aku bisa curcol
Meski aku hanya berbicara sepihak
Aneh sekali
Semakin aneh aku haha
Tapi keberadaan mama bapak dan kamu
Hanya bisa kurasakan ketika menatap langit
Bikin candu
Itu yg jadi salah satu alasan aku sering kabur
Selain kebersamaan bersama temen
Ingat juga gak?
Aku yg lemah bgt ketika di atas motor
Ngantuk hahah
Dulu waktu ada bapak
Aku bisa dengan mudah
Bersandar meluk dia
Tanpa harus mati²an nahan kantuk
Sama kamu bisa seperti itu
Tapi kamu ngajakin aku nyanyi
Biar ga tidur ahaha
Sekarang ketika motoran mau naik gunung yg dimana butuh waktu beberapa jam dan juga rata² temanku berangkat malam
Sulit bgt nahan ngantuk
Sering kali oleng kanan kiri
Belum sampe fatal si haha
Gatau kapan
Karna bagiku numpang bersandar dipunggung orang lain tidak semudah itu
Beda ketika sama bapak dan kamu
Mau sampek kapan ya hahah
Atau aku diiket aja biar kalo ketiduran gak roboh haha
Bar... hidupku makin lucu
Makin lama kupikir aku bisa baik² saja
Tapi ketika kacau aku bingung
Karna aku gapunya waktu dan tempat untuk sekedar bersedih,menjadi lemah dan nangis
Kali ini aku dituntut untuk terus baik baik saja
Makanya ketika dirumah
Ketika aku sudah capek untuk berpura²
Ku nikmati saja hujan itu
Ditemani 2 sahabat yg pernah jadi sahabatmu ketika kacau
Kapiten yg kamu kasih waktu itu gajadi aku minum waktu naik kemari haha
Karna pasti harus bagi² sama temen yg lai 
Jadi kunikmati sekarang ni haha
Egois bgt emang
2 sahabatmu ini gak bikin tenang, sugesti aja ya
Tapi gpp. Setidaknya dalam menikmati hujan dan rasa sakit aku ditemani wkwk
Malah sehabis itu
Tubuhku yg kacau ahaha
Andai ada apa² dirumah ini
Butuh berapa lama ya aku diketemukan ahaha
Secara tidak ada yg peduli wkwkw
Eh aku sempet mikir
Besok besok kalo aku mati
Aku bakal punya temen yg bersedia nganterin aku gak ya🤣
Hahaha
Damn
Sekosong itu hidupku
Kemarin aku pengen mati dalam pelukan seseorang
Tapi kini setelah sadar aku ga punya siapa²
Cara terbaik mati dalam pelukan alam
Menikmati dingin udara gunung
Dan langit menjadi hal terakhir yg mataku lihat haha
Tidak belum mau haha
Karna meski sekarang sendirian
Dan tidak memiliki alasan untuk bertahan
Masih banyak gunung yg pengen tak datangi
Ketemu temen² dan merasakan kebersamaan itu lagi
Nth berapa lama lagi waktu yg tersisa
Semoga cukup untuk membuatku ikhlas menerima segalanya
Sekarang aku sulit bisa tidur dan makan dengan benar
Makanya setiap kali naik
Makan dan tidur jadi nikmat wkwk
Setiap kali istirahat dijalur pasti aku bawa tidur
Haha
Teman² malah ngolok²i aku
Aku yg doyan minum kopi tapi tukang tidur
Wkwk mereka ga paham aja
Ketika naik juga makan jadi enak enak aja
Setiap beberapa jam pasti sambatan lapar dan lebih sering makan ahaha
Seru dan lucu
Tapi hanya waktu itu saja
Setelah turun
Jadi males
Syukur² sehari makan sekali
Teman² yg aku punya sekarang
Berapa lama ya bersedia temenan sama manusia aneh kayak aku bar?
Meski sering kali jadi pihak yg ditinggalkan
Aku benci ketika harus kehilangan
Tapi aku juga ga punya andil untuk menahan mereka untuk tetap menjadi temanku
Sebuah ironi
Tapi selama mereka bersedia
Selama itu pula aku memaksimalkan waktu yg ada
Kalo aku harus kehilangan mereka dan ditinggal lagi
Ntah hahaha
Yah nama hidup selalu ada yg datang dan pergi
Terlebih dihidupku
Tidak ada yg bersedia menetap
Bar.....
Ntahlah
Ada begitu banyak hal yg membutuhkan sebuah penjelasan
Tapi aku rasa sekalipun penjelasan itu ada
Tidak akan pernah bisa merubah keadaanku
Aku tetap sendiri
Dan kamu yg sudah pergi
Semoga aku tetap bisa bertahan biar bisa menyelesaikan beberapa bucket list 
Selama itu jika Tuhan menghadirkan seseorang
Semoga bukan ilusi lagi haha
Kalau tidak
Gapapa si
Karna aku terlampau sulit untuk kembali percaya dan yakin
Bahwa diri ini akan memiliki seseorang yg bersedia menerima segala ke aku-an ku
Kini hidupmu sudah nyaman dan tenang
Semoga selamanya
Bahagia ya
Dan baik baik saja 🙂

Sunday, July 28, 2019

Kado Terakhir Untukmu

0 comments

Selamat malam, kamu yang pernah aku perjuangkan mati-matian hingga akhirnya aku sadar  bahwa kau tidak pernah menganggap keberadaanku. Kamu yang hari ini sedang berulang tahun dan berbahagia dengannya. Banyak hal yang sebenarnya belum aku ungkapkan, namun aku sadar bahwa semuanya tidak akan merubah apapun. Kemarin kita sempat bertemu dan bersama. meski aku tahu kebersamaan kita tidak berarti apa-apa.
Menggenggam tangan yang tidak lagi mau menggenggam hanya akan memberatkan langkah. Hanya akan membuat  setiap tarikannya menjadi sesuatu yang begitu melelahkan untuk diperjuangkan. Belum lagi bila tangan itu sudah menggenggam tangan yang lain. Kehadiran genggamanku hanya akan menjadi sesuatu yang tidak diperhitungkan. Bahkan untuk setiap luka yang tercipta di sepanjang perjalanannya, aku harus berani untuk menyembuhkan sendirian. Bukankah cinta seharusya berisi saling, bukan berisi ingin masing masing?
              Kemarin engkau merupakan alasanku untuk membuka hati dan belajar untuk mencintai kembali. Setelah sebelumnya berkali kali aku memcoba untuk benar benar menutup pintu hati dan tidak mau mengenal apa dan bagaimana cinta itu. Kamu yang membuat aku yakin dan percaya pada seseorang. Kamu yang mengajariku bagaimana untuk berani mengenal cinta lagi. Kamu yang memberiku kekuatan untuk menghilangkan rasa ketakutan dan kekhawatiranku. Kita berjalan beriringan sejak 2012 tahun. dalam waktu kurang lebih 7 tahun kita saling melengkapi dan mengisi. Tapi selama itu bukan berarti tidak pernah sekalipun kamu berpaling dan berpindah hati kepada wanita lain. Bahkan dibelakangku kau sempat membawa masuk beberapa wanita kedalam hatimu dan menempatkan mereka disana. Mereka yang kau pilih dibelakangku, mereka yang kau pilih untuk menemanimu. Kau begitu handal dalam memainkan peranmu. Kau sangat ahli dalam berkhianat dan berbohong.
Setidaknya bukan aku yang mencintai lalu kemudian melukai. Setidaknya bukan aku yang mengucapkan janji lalu kemudian mengingkari. Setidaknya bukan aku yang mengatakan tidak kemana-mana lalu hilang entah kemana. Setidaknya bukan aku yang bilang rindu lalu membuat segalanya menjadi pilu. Setidaknya bukan aku yang mengangankan masa depan lalu membuat kita kehilangan jalan pulang. Setidaknya bukan aku yang lebih dulu mencoba memiliki lalu pergi tak tahu diri. Setidaknya bukan aku yang bilang “aku menyayangimu” lalu menaburkana duka setelahnya. Setidaknya bukan aku yang tiba-tiba datang lalu bertingkah seperti seseorang yang hilang ingatan. Setidaknya bukan aku yang berbicara manis lalu membisu dalam kepahitan berkepanjangan.
Kamulah yang berdiri disitu, diposisi yang tidak pernah aku inginkan. Tetapi jangan lupa kalau aku tetap menelan setiap bagiannya. Karena tidak ada patah hati yang dilewati oleh sebagian hati. Saat kamu mengingkari, maka aku akan ikut tersakiti. Saat kamu yang memilih untuk berlaku salah, maka aku akan ikut merasakan lelah. Saat kamu memilih untuk berhenti mencintai,maka hidupku pun seketika berhenti berputar. Walau aku tak ingin merasakannya, mereka tetap memelukku tanpa jeda.
Memang aku yang menyayangimu dengan sungguh-sungguh dan kamu tidak pernah memerdulikannya. Memang aku yang memilih mempercayaimu dengan seutuhnya percaya dan kamu tidak pernah memintanya. Namun, apakah kamu tidak pernah mempunyai keberanian untuk mengakhiri semua ini dengan lebih bijaksana? Tanpa perlu menghilang. Tanpa perlu membuat luka kehilangan keinginannya untuk terlupa. Tanpa perlu membuat sesal menjadi sesuatu yang tak juga usai. Tanpa perlu membuat benci menjadi pelarian dari cinta yang tiba-tiba kehilangan rumahnya.
Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang begitu menyakitkan untuk diingat. Aku tidak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang begitu sulit untuk dilupakan. Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang terlalu kurindu hingga sesak dadaku. Aku tak pernah ingin membencimu karena aku tidak punya pilihan lain untuk mengakhiri segalanya.
Cinta memang bukanlah sesuatu yang bisa kita genggam dan serta merta kita tak pernah akan kehilangannya. Cinta memang bukanlah sesuatu yang bisa kita percaya dan serta merta kita tak akan pernah kecewa. Cinta punya banyak wajah, punya banyak kepentingan, punya banyak angan-angan, punya banyak keputusan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan cinta bisa memilih itu.
Dan bukan lantas kita tak pernah pantas untuk dilukai. Karena luka adalah bagian dari hidup yang perlu ada untuk kita jalani. Agar kita bisa melihat segala kebaikan dengan lebih berharga. Agar kita bisa menerima janji dengan lebih bijaksana. Agar kita bisa senantiasa mencintai dengan sepenuh kejujuran, karena kita tahu bahwa kebohongan adalah wajah cinta yang paling rendah.
“Aku pernah berharap begitu kuat, mencintai dengan begitu hebat. Lalu kemudian luka sedikit, hatiku pecah.”
“aku pernah dilukai oleh seseorang yang begitu ingin ku bahagiakan, yang dalam setiap senyumanku hanya untuknya”
Aku punya sejuta alasan untuk berhenti memikirkanmu. Namun, aku pun memunculkan jutaan alasan lain untuk mengingatmu kembali. Aku tahu bahwa selama ini kamu tidak benar-benar mencintaiku. Disaat kamu adalah seluruh yang pernah aku upayakan untuk bertahan. Aku tahu bahwa bagimu aku tidaklah lebih dari pengisi waktumu yang kosong, disaat kamu adalah seluruh yang selalu aku pinta pada Tuhan, dulu.
Aku tidak punya alasan untuk membuatmu berdiri sebagai pihak yang benar, tetapi aku selalu mampu dengan mudahnya menyalahkan diriku sendiri atas segala janji yang tidak kamu tepati. Aku tidak punya alasan untuk memberimu maaf, tetapi aku justru lebih sulit untuk memaafkan diriku sendiri karena pernah membiarkanmu menyakitiku.
Aku tidak pernah memintamu untuk datang, tetapi kamu pergi membawa seluruh yang aku miliki untuk bertahan menjadi diriku sendiri. Kamu adalah luka yang tak mampu terlupa. Kamu adalah tangis yang belum juga bosan mengiris.kamu mampu membuat segala yang berwarna-warni menjadi tak menarik lagi.
Dan bagian terburuk dari kesemuanya adalah kamu mampu membuatku terus bertanya-tanya, hal apa yang salah mengalir di dalam diriku sehingga aku pantas dilupakan dengan cara yang begitu buruk. Kamu berhasil membuatku terus meyakini bahwa tidak akan pernah ada seseorang yang mampu menerima segala kekurangannku sebagai manusia, karena kamu saja tidak bersedia.
Bagaiman aku bisa merasa kalau kamu adalah hal terbaik untuk dicintai dengan sungguh-sungguh sampai segalanya berhenti berputar. Bagaimana aku bisa dengan suka cita menyayangimu tanpa sempat berpikir, bahwa tentu saja kamu selalu memiliki pilihan untuk tidak menyayangiku lagi dikemudian hari.
Kamu adalah waktu dan aku adalah jam rusak. Aku berhenti tetapi terus menunjuk padamu.
Aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang selalu aku syukuri karena pernah ada untuk aku lalui. Walau mungkin kamu tidak lagi peduli, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu mengingatmu dengan cara yang baik. Aku selalu mengingat bahwa kau adalah seseorang yang pernah membantuku melewati hari-hari yang paling berat walau setelahnya kamu pun meninggalkanku dengan sejuta lupa yang tak mudah ku lupa. Aku menangis. Aku banyak sekali menangis. Hingga aku bahkan sempat membenci diriku sendiri karena pernah mencintaimu. Aku juga sempat membencimu, karena kamu begitu sulit untuk dilupakan.Aku membencimu karena selalu saja berhasil membuatku ingin memutar waktu kembali. Hal-hal yang tidak mungkin kamu membuatku mengharapkannya. Harapan yang paling pedih untuk ada.
Aku pernah begitu menginginkanmu untuk kembali. Walau aku tahu kamu tidaklah sebaik itu untuk aku cintai kembali. Namun, aku pernah begitu menginginkamu, hingga kehilangan ingin untuk yang lain. Sebelumnya aku tidak pernah tahu bahwa  cinta begitu mudahnya membuatku menjadi lemah. Aku tak tahu bahwa cinta bisa membuatku begitu sulit untuk mencintai diriku sendiri. Hingga aku tak tahu mana pilihan terbaik yang sebenarnya bisa selalu aku pilih.
Aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Dam aku pun tidak pernah mengharapkanmu kembali lagi. Setidaknya saat ini aku sudah berhasil untuk tidak pernah lagi menginginkannya. Terima kasih karena pernah datang sebagai pengingat bahwa tak ada hal yang bisa benar-benar selamanya tinggal. Bahwa selalu ada waktunya sesuatu mendapatkan gilirannya untuk pergi,agar kehadiran yang jauh lebih baik memiliki ruang untuk datanga. Aku tidak pernah lagi mencoba untuk melupankanmu, karena kehadiranmu sekarang sudah tidak lagi berarti apa apa dalam hatiku. Mengingatmu tidak lagi menjadi masalah. Dan merindukanmu bukan lagiii menjadi hal yang ingin aku lakukan. Aku pernah mengenalmu dan itu pernah terjadi. Tidak lebih tidak kurang.
Aku tidak pernah megharapkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Akupun masih jadi seseorang yang mendoakan segala yang terbaik untuk bisa terjadi dalam hidupmu, terutama tentang hubunganmu dengannya semoga berakhir dengan bahagia tanpa adanya luka seperti yang pernah aku rasakan dulu. Tapi aku sudah tidak lagi peduli pada apa-apa yang sedang kamu alami. Karena kamu bukan lagi apa-apa bagiku.
Aku menulis ini dalam rangka merindukanmu. Tidak lebih dan tidak dikurangi apa-apa.
Siapa pun boleh mengganggap ini bodoh. Namun setiap manusia punya caranya masing-masing untuk membereskan luka yang sedang  mereka derita. Aku hanya lebih suka mengingatmu lebih lama sebelum akhirnya aku tidak mampu melakukannya lagi. Karena bagaimanapun, waktu selalu mampu menghapus siapa-siapa yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari waktu itu sendiri. Aku mengingatmu hari ini,dalam rangka melupakanmu selamanya esok.
Biarkan aku melakukannya selagi aku bisa. Izinkan aku melupakanmu saat aku mau. Aku berjanji bahwa tidak ada satu pun dari kalimat ini yang kelak sampai ke kedua matamu yang selalu jadi lingkaran penuh hal hal yang kausembunyikan. Jagalah dirimu baik-baik dimanapun kau berada. Berbahagialah bersamanya, sayangku. H

Tuesday, July 9, 2019

Aku, pernah

0 comments
Aku begitu pernah menjadi bagian dari mimpi"mu di mas depan
Aku begitu pernah menjadi rumah, tempat segala cerita bahagia,sedih kecewa dan segala nya yg pernah kau alami
Dimana kau bisa menjadi dirimu sendiri
Dimana kau bisa merasa sedih tanpa perlu ditahan
Dimana kau bisa untuk merasa tidak baik baik saja dengan segala rasa yg semesta berikan
Aku begitu pernah ingin menjadi satu satunya yg memastikan bahwa ketika kau akan pergi tertidur, kau bisa tertidur dengan benar dan nyenyak
Melupakan segala resah dan hal yang mengusikmu di dunia ini
Menjadi tenang dalam tidurmu!J3AA
Aku pernah begitu ingin untuk menjadi pendamping hidupmu
Menemani setiap langkah dan cerita hidupmu
Menemani dalam ramai dan sepimu
Menemani dalam gelap dan terangmu
Memastikan kau bisa tetap merasa baik baik saja
Benar benar baik baik saja tanpa menggunakan topeng
Benar benar baik baik saja tanpa ada yang disembunyikan
Memelukmu disaat kau sedang dalam keadaan rapuh dan terjatuh
Mendekapmu dengan penuh kehangatan agar kau bisa merasa tenang dan nyaman
Aku begitu pernah
Tapi ternyata Tuhan tidak mengizinkan aku
Jelas aku tidak berhak untuk membersamaimu hidupmu
Jelas aku bukan yang baik untuk menemanimu
Jelas aku tidak pantas untuk berasa di sisimu
Tuhan sudah memilihkan satu wanita yang begitu tepat untukmu
Wanita yang kini menjadi teman di setiap perjalanan hidupmu
Wanita yang kini menjadi istri yang selalu di sampingmu
Wanita yang kini menjadi ibu dari anak anakmu
Wanita yang kini menjadi rumah dan tempatmu pulang
Selamat, selamat untuk segala hidup baik dan bahagia yang kini mengelilingi hidupmu dan keluarga kecilmu
Semoga selalu :)

Monday, January 21, 2019

Separah itu kah?

0 comments
Sebenarnya di saat kalian membuatku kecewa,marah,sedih,terluka,sakit hati bahkan hingga menangis, kalian mengharapkan aku berlaku seperti apa?
Marah-marah didepan kalian?
Berteriak memaki kalian karna telah menyakitiku?
itukah yang kalian harapkan?
Sungguh, aku ingin seperti itu. Melampiaskan segala perasaan hancur dengan kemarahan
tapi tahu kah kalian?
Bagiku kemarahan itu hanya akan semakin merusak jiwaku yang sudah sangat berantakan
Dan aku tidak ingin balas menyakiti kalian meski hanya sekedar dengan perkataan kasar dan nada yang keras. Karna aku tahu, kedua hal itu amat sangat menyakitkan dihatiku. Untuk itu aku tidak ingin menjadi tersangka yang melakukan hal itu terhadap kalian.
Meski terkadang beberapa waktu kita sempat bertengkar hingga sampai di nada tinggi masing-masing
hingga sampai di titik keegoisan untuk tidak mau mengalah.
Sungguh, aku menyesali hal itu untuk kalian. Aku ingin tetap dalam keadaan baik baik saja meski setiap kali kalian menyerang pertahananku. Menghancurkan apa apa yang sudah hancur lebur.
Tapi aku masih sama seperti kalian, Aku juga manusia. Dimana ketika disaat kalian tetap berusaha menyerang habis-habisan meski aku sudah tidak menanggapi, aku masih memiliki sifat untuk mempertahankan diri. Sungguh, aku juga memiliki batas sabar sama seperti manusia pada umumnya.
Dan saat aku meminta kalian untuk berhenti, baik secara langsung maupun tidak, sedikitpun kalian tidak menghiraukannya. Kalian tetap dengan gigih ingin menghilangkan pertahananku.
Sungguh menjadi satu bagian yang menyenangkan ya bagi kalian untuk menghancurkan apa apa yang masih tersisa dari ketiadaanku?
Dan ketika tiba disatu titik aku terdiam. Diam menikmati setiap sakit dan luka yang kalian ukir dengan sangat hebatnya. Diam untuk tetap mempertahankan pertahanan yang sudah lenyap. Diam dalam isak tangis yang tertahan.
Kalian semua mundur dengan pasti
mundur menjauh. menghilang. meninggalkan
Dan terbesit dibenak kalian jika aku menyimpan dendam dan benci hingga tidak ingin bersapa atau bertatap muka lagi dengan kalian.
Dalam diam yang masih membungkamku, aku kembali bertanya
Siapa aku dimata kalian? masih berupa sosok manusia kah? Atau hanya sekedar sampah yang tak berharga sedikitpun?
Tidak, aku tidak pernah mengharapkan kalian meminta maaf untuk segalanya. Karna aku sudah selesai dengan mengharapkan hal itu untuk siapapun. Justru aku yang banyak menyimpan permohonan maaf untuk segala yang tidak berkenan dikalian.
Tapi lantas kenapa?
Ketika ada yang ingin kalian sampaikan atau kalian berikan kalian harus melakukannya melalui orang ketiga?
Kenapa tidak kalian berikan dan ucapkan saja langsung kepada orang yang kalian maksud?
Sejijik itukah kalian untuk melakukannya langsung?
Sebrengsek itukah aku dimata kalian, hingga kalian enggan untuk bersua langsung denganku?
Sehebat itukah aku membuat kalian menjauh dan meninggalkan aku sendiri, yang sama sekali tidak ingin sendirian ini?
Kali ini aku harus menyalahkan diriku sendiri lagi?
Mengutukinya berulang-ulang kali lagi?
Harus separah inikah untuk menjadi manusia yang baik untuk manusia yang lainnya?
dengan mengorbankan perasaannya sendiri untuk hancur lebur tak tersisa?
Harus separah inikah untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia lain tapi sebaliknya tidak dimanusiakan manusia lain?

Tuesday, May 8, 2018

Tanya

0 comments

Sejak kapan baik harus dibalas baik juga?
Sejak kapan jika ingin menc*ntai harus dic*ntai lebih dulu?
Sejak kapan memangnya jika ingin dirindukan harus pernah merindukan?
Yang pergi tak selamanya butuh dicari
Yang hilang tak juga harus ditemukan
Yang jatuh bukan berarti baru sekali merasakan
Lalu apa lagi yang mau ditanyakan?
Masihkah sebanyak itu?
Sudahlah, kamu hanya perlu mengerti
Bahwa bumi tak selamanya akan terus berputar
Bahwa bumi memang masih berotasi sedang manusia berevolusi
Bahwa bulat memang tak bisa dipastikan adanya
Kamu juga harus semakin paham
Jarum jam tak selamanya terus menghitung detik
Yang tenang bukan berarti tak bisa menghancurkan
Tahu arah kaki melangkah setelah ini kemana?
Tak usah jauh memikirkan
Rasakan saja apa yang sedang dan masih bisa dirasakan
Meskipun terkadang itu membuatmu tercekik hingga sulit bernafas dengan baik
Bila temukan banyak tanya ditulisan ini
Maka kamu akan tahu bahwa semua hal bisa menjadi tanya
Namun, kamu juga harus cukup paham
Bahwa tak semua tanya memiliki jawaban
Namun, jika membaca ini tak kamu temukan awal dan akhir
Mungkin kiranya memang tak ada yang pernah dimulai bahkan diakhiri
Dan bila tak juga kamu temukan tanda baca selain tanya
Semoga paham mengapa demikian