Friday, January 15, 2016

jejak pertemuan

hari jumat tanggal 15 januari 2016. Sudah 2 minggu berlalu sejak terakhir kali kita ketemu. Untuk yang pertama kalinya bertemu setelah 3 tahun.
masih teringat jelas tiap detail kejadian waktu itu.
saat kamu datang, dan untuk pertama kalinya aku melihat wajah nyatamu.
aku hanya melihatmu dengan sekilas.
Kau tahu L? aku tidak bisa atau lebih tepatnya tidak berani berlama-lama memandang wajahmu. Apalagi menatap matamu. Meski aku sangat ingin melakukannya
Selama 3 tahun aku hanya bisa melihatmu melalui bayangan yang ada dimemoriku.
Sosokmu yang masih sebagai seorang calon mahasiswa baru.
Sekarang kamu sudah semester 7, bukankah waktu berlalu begitu cepat?
Jika aku coba untuk mundur mengingat masa 3 tahun itu. aku akan kembali teringat betapa selama itu aku merindukanmu. Sangat merindukanmu
Kau tahu L? sejak 3 tahun lalu aku menyadari satu hal. bahwa aku mencintaimu
Dalam waktu 3 tahun itu, aku selalu terusik dengan berbagai pertanyaan yang selalu menaungi hari-hariku layaknya awan yang berarak dilangit sana
Apakah aku perasaan ini benar cinta?
atau hanya sebuah hasrat semata?
Mungkinkah aku mencintaimu? setelah 3 tahun tidak pernah bertemu apa lagi sekedar berkomunikasi?
Bagaimana mungkin bunga itu dapat terus hidup dan tumbuh disat dia tidak pernah mendapatkan air?
Bunga itu satu-satunya bunga yang tumbuh subur ditengah padang yang gersang.
Sampai saat ini pertanyaan itu masih enggan untuk berhenti mengusikku.
Kau selalu hadir disaat aku membuka ataupun menutup mata. Dan saat bayanganmu hadir sebuah garis tipis dikedua ujung bibirku akan terbentuk dengan sempurna :)
Tapi ada saat bayanganmu itu menghadirkan rasa sesak didada.
Bahwa kau hanya berupa sebuah siluet saja didalam pikiranku.
Sampai pada saat itu aku bisa melihat sosok nyatamu, dan bukan berupa bayangan lagi.
Kau seperti matahari yang terbit ditengah malam panjangku
Kau selalu memberikan angin kesejukan dan kedamaian ditengah angin ribut yang meresahkanku
Kehadiranmu dapat mengobati semua rasa sesak yang selama ini aku alami sendirian.
Tak peduli meski selama hampir 12 jam aku menghabiskan waktu denganmu.
Sosokmu masih tetap berupa sebuah bayangan, tidak mungkin akan jadi nyata dalam hidupku.
Ketahuilah, meski aku tidak bisa merasakan sosokmu dengan kelima alat indraku ini. Tapi kau akan selalu ada. Dan aku meyakini itu bahwa kau ada, dan akan selalu ada
Karena itu aku menyebutmu sebagai Cahaya, L.

0 comments:

Post a Comment