Sunday, June 12, 2016

sebuah candu akan dirimu

kehidupanku tetap berjalan, membosankan, melelahkan, mengecewakan, menjemukan, memuakkan dan juga menyakitkan.
ada lebih banyak waktu untuk aku bertahan menikmati setiap hal dan perasaan yang membuatku tidak nyaman dibandingkan waktu untuk bernafas sebagaimana mestinya seperti kebanyakan mereka.
bagi mereka mungkin aku hanyalah seorang yang amat sangat menyedihkan.
yang hanya selalu memiliki kisah pahit dan sedih tanpa ada sedikitpun cerita yang berwarna cerah.
bagi mereka mungkin aku terlihat seperti seseorang yang memandang kehidupan ini dengan sangat skeptis, terlalu keras dan tegas.
hari hari berjalan tanpa peduli bahwa aku sedang sekarat.
bahwa aku ingin hari ini berhenti dan tidak ada hari esok lagi.
apalah arti hari esok jika yang kutemukan hanya hal hal yang semakin membuatku jengah dengan dunia ini.
hal hal yang sangat aku benci.
segala sesuatu hal yang sama yang telah membuat hariku menjadi buruk sejak lama.
sendiri, tanpa seorangpnun yang bisa diajak untuk bercerita dan berbagi.
apakah aku terlalu tertutup atau kalian yang tidak bisa membuatku percaya?
sama seperti mereka aku memiliki sebuah nama yang sudah hidup beberapa waktu lamanya dalam pikiran ingatan dan hatiku.
sebuah nama dimana dia adalah orang yang pernah membawa pengaruh besar didalam hidupku yang hampa dan gelap gulita meski dia tidak menyadarinya.
dia yang sudah sejak lama tidak pernah aku lihat sosoknya.
dia yang sudah sejak lama tidak aku dengar suara dan gelak tawanya.
yang sudah lama tidak ada komunikasi.
hebatnya, secara ilusi dia selalu hadir dalam setiap hariku.
disetiap hari yang menjemukan dia selalu hadir membuatku tenang meski hanya dalam bentuk ilusi
namanya,senyum-tawanya,tingkah lakuny,tatapan matanya, dan segala sesuatu tentang dia adalah hal yang bisa membuatku merasa normal. merasa baik baik saja meski hanya sekejap dalam buaian ilusi
ada satu hari dalam beberapa bulan terakhir yang menarik dibandingkan ratusan hari kemarin
hari dimana aku diberi kesempatan untuk bertemu dengannya
menyapanya, melihatnya, mendengar gelak tawanya, berbagi cerita bersamanya, melewati beberapa waktu bersamanya
sebuah hari dimana aku terselamatkan dari cengkraman kehidupanku yang amat sangat sepi dan menyesakkan
disaat itu sebuah pertanyaan yang selalu mengusikku menemukan jawabannya
apakah aku mencintainya?
untuk kali ini waktu berbaik hati memberikan jawaban
tapi ketika satu pertanyaan menemukan jawabannya
pasti akan ada lebih dari satu pertanyaan yang akan muncul
pertanyaan-pertanyaan baru yang mengusik hariku
waktu tetap berjalan sebagaimana mestinya
tetap menyedihkan dan menyesakkan tapi bayangmu yang selalu bisa menenangkanku dan tak jarang membuat ku tersenyum dan tertawa sendiri layaknya orang gila
komunikasi kita berjalan lancar tidak seperti sebelumnya
bahkan ada dibeberapa kesempatan kita membahas masalah apa yang aku rasakan kepadamu
sampai pada akhirnya kau menyadarinya
aku hanya terdiam kemudian mengiyakan saja
lalu kau mulai membuat aku semakin terbang
bukan bukan karna kau mengatakan hal hal tentang cinta juga kepadaku
tapi kau menganggapku sebagai saudara adik teman sahabat
itu merupakan hal yang paling berharga dibandingkan hanya sebuah cinta
aku cuma butuh kamu
butuh kamu sebagai apapun
sebagai teman sahabat kakak
cukup sebagai itu saja
aku tidak mau meminta lebih, aku hanya ingin kita tetap seperti ini
tak usah kau hiraukan perasaanku kepadamu, biarkan aku saja yang menikmati perasaan ini
dan kita tetap bisa bersama seperti sekarang
seperti hari ini
aku melewati banyak hari hari gelap yang sangat membosankan
tapi karena hari ini aku diberi kesempatan lagi untuk bertemu denganmu
semuanyanya itu hilang dan terangkat dari diriku
seakan akan aku bebas dan bisa bernafas dengan sewajarnya
jika bersamamu aku selalu merasa kembali normal
tanpa merasakan perasaan yang menyesakkan pikiran pikiran negatif yang selalu menyuruhku untuk menyerah
kau seperti moodbooster bagiku
jujur aku menjadi ingin ingin dan ingin lagi selalu bersama denganmu hanya agar aku bisa senormal saat bersamamu
tapi aku sadar hal itu terlalu berlebihan
kau juga mempunyai duniamu sendiri
dengan kesibukan yang cukup membuatmu lelah
tidak seperti duniaku yang tidak seberapa dan hanya berpusar disekitar kamu
kau tahu?
aku suka memandangimu dari belakang
karna hanya itu caraku memandangimu dengan sepuasku
selama itu aku banyak berharap banyak kebaikan untuk kehidupanmu
memandangi dari belakang adalah caraku untuk menyampaikan doa doa secara langsung didekatmu
untuk itu terkadang aku lebih sering berada dibelakangmu hanya untuk memandangimu dengan sepuasnya
hari ini aku bersyukur bisa menjadi normal
meski untuk saat ini aku mulai sadar bahwa aku tidak bisa terus terusan mengandalkanmu
kau terlalu jauh bagiku
kau hanya ada dalam ilusiku tidak dalam kenyataan
tapi ada satu hal yang selalu kusesali sesaat setelah bertemu denganmu
aku menyesal karena tidak sempat melihat wajahmu dengan baik
aku terlalu takut untuk melihat matamu
aku terlalu pengecut hanya untuk sekedar memandang wajahmu lalu kemudian aku simpan dalam bayanganku
sebuah wajah yang selalu membuatku tersenyum
seperti harapan kebanyakan orang yang sedang bersama dengan orang yang mereka cintai
aku juga berharap "andai aku bisa menghentikan waktu saat bersamamu. maka akan aku lakukan agar waktu terhenti disaat aku sedang bersamamu"
tetapi itu hanyalah sebuah harapan konyol
waktu akan terus berjalan
waktu dimana kebersamaan denganmu berakhir dan aku harus kembali lagi ke kehidupanku yang suram
sadarkah kau?
bahwa disaat waktu itu tiba terkadang aku bertingkah konyol
ntah aku yang langsung ngeluyur pergi, seakan akan aku ingin segera pergi
tapi faktanya aku tidak ingin waktu ini berakhir
aku ingin tetap bersamamu dan merasa normal
tapi seperti yang aku bilang tadi. kau memiliki duniamu yang penuh dengan warna
yang tidak mungkin dengan bodohnya akan kau abaikan hanya karna diriku yang sangat menyedihkan ini
terima kasih kau telah banyak membuat hidupku lebih baik
terima kasih kau telah mengajariku untuk memandang dan menyikapi dunia ini dengan lebih bijak lagi
terima kasih kau telah menjadi cahaya dalam kehidupanku yang gelap meski kau tidak menyadarinya.
tenanglah, aku sadar. bahwa aku terlalu rendah untuk menggapaimu
jadi tak udah kau hiraukan perasaanku ini. biarkan aku menikmati perasaan indah ini sendiri
dan untukmu berbahagialah, L :)

0 comments:

Post a Comment