Monday, September 7, 2015

Nightmare




Kulihat mereka bercanda dan tertawa bersama, ntah apa yang mereka bicarakan sampai dia terlihat begitu bahagia. Dia yang selama ini aku cintai dalam diam, dia yang pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bahkan sampai saat ini , bagiku. Disana dia sedang bersama temanku , Teman sekaligus rekan kerjaku dulu . Dwi.
Ntah mana yang lebih sakit saat ini, kepalaku atau hatiku. Aku bisa mengabaikan setiap sakit fisik yang aku alami selama ini , tapi aku masih sangat lemah dalam menghadapi hal-hal aneh yang berhubungan dengan perasaan, ntah karna alasan apapun. Awalnya dwi memberitahuku bahwa dia akan datang untuk menjengukku. Well, Dia memang datang tapi kedatangannya kesini tidak seperti yang dwi katakan. Hanya menanyakan keadaanku dan mendoakanku cepat sembuh, setelah itu dia ada disana bersama dwi. Menonton tv dan berbagi cerita, ntah cerita apa yang mereka bagi. Seperti kawan lama yang baru bertemu, padahal ini kali pertamanya mereka bertemu.
Semakin lama mereka terlihat semakin bertambah akrab, bahkan sesekali aku sempat melihat dia menggenggam tangan dwi. Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka? Hal apa yang mereka sembunyikan dariku? Mungkinkah mereka berdua?.. Tidak mungkin, sangkalku. Dwi tidak mungkin berbuat seperti itu, dan dia tidak mungkin melakukannya. Sampai aku melihat dia membelai lembut rambut dwi yang bergelombang sambil menatap wajahnya. Bisa kulihat dengan jelas hal yang tidak mau aku percayai itu diwajah mereka berdua. Bagaimana cara dwi menatap dia dan bagaimana dia menatap dwi. Bagaimana mereka bercanda tawa bersama. Sakit di kepalaku tidak ada apa-apanya dibanding perasaanku saat ini. Ntah bagaimana mengungkapkannya, seakan tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkannya.
Dengan sekuat tenaga aku bangun dari tempat tidurku, dan menghampiri mereka. Aku abaikan kepalaku yang berdenyut-denyut dan pandanganku yang mulai sedikit kabur. Mereka tidak sadar akan kehadiranku, mereka begitu asyilk menikmati kebersamaan mereka berdua. “KAMU GAK USAH NGOMONG SAMA AKU LAGI ! teriakku emosi kepada Dwi. Aku sudah kehabisan kata-kata,hanya itu yang aku ucapkan kepada mereka berdua. Mereka terlihat kaget melihatku dan menyadari kemarahanku. Aku langsung pergi meninggalkan mereka. Dan semuanya menjadi gelap gulita.
Mimpi ini benar-benar mengusik, amat sangat mengusik. Ntah apa maksud dari mimpi tersebut aku tidak bisa berasumsi apa-apa. Ya… itu memang hanya sebuah mimpi,tapi cukup untuk membuat dadaku terasa menyesakkan dan membuat pikiranku menjadi tidak karuan. Sulit rasanya untuk mengabaikan mimpiku semalam.

0 comments:

Post a Comment