Kulihat
mereka bercanda dan tertawa bersama, ntah apa yang mereka bicarakan sampai dia
terlihat begitu bahagia. Dia yang selama ini aku cintai dalam diam, dia yang
pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bahkan sampai saat ini , bagiku.
Disana dia sedang bersama temanku , Teman sekaligus rekan kerjaku dulu . Dwi.
Ntah mana
yang lebih sakit saat ini, kepalaku atau hatiku. Aku bisa mengabaikan setiap
sakit fisik yang aku alami selama ini , tapi aku masih sangat lemah dalam
menghadapi hal-hal aneh yang berhubungan dengan perasaan, ntah karna alasan
apapun. Awalnya dwi memberitahuku bahwa dia akan datang untuk menjengukku.
Well, Dia memang datang tapi kedatangannya kesini tidak seperti yang dwi
katakan. Hanya menanyakan keadaanku dan mendoakanku cepat sembuh, setelah itu
dia ada disana bersama dwi. Menonton tv dan berbagi cerita, ntah cerita apa
yang mereka bagi. Seperti kawan lama yang baru bertemu, padahal ini kali
pertamanya mereka bertemu.
Semakin
lama mereka terlihat semakin bertambah akrab, bahkan sesekali aku sempat
melihat dia menggenggam tangan dwi. Apa yang sebenarnya terjadi diantara
mereka? Hal apa yang mereka sembunyikan dariku? Mungkinkah mereka berdua?..
Tidak mungkin, sangkalku. Dwi tidak mungkin berbuat seperti itu, dan dia tidak
mungkin melakukannya. Sampai aku melihat dia membelai lembut rambut dwi yang
bergelombang sambil menatap wajahnya. Bisa kulihat dengan jelas hal yang tidak
mau aku percayai itu diwajah mereka berdua. Bagaimana cara dwi menatap dia dan
bagaimana dia menatap dwi. Bagaimana mereka bercanda tawa bersama. Sakit di
kepalaku tidak ada apa-apanya dibanding perasaanku saat ini. Ntah bagaimana
mengungkapkannya, seakan tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkannya.
Dengan sekuat tenaga aku bangun dari tempat tidurku, dan menghampiri mereka. Aku abaikan kepalaku yang berdenyut-denyut dan pandanganku yang mulai sedikit kabur. Mereka tidak sadar akan kehadiranku, mereka begitu asyilk menikmati kebersamaan mereka berdua. “KAMU GAK USAH NGOMONG SAMA AKU LAGI ! teriakku emosi kepada Dwi. Aku sudah kehabisan kata-kata,hanya itu yang aku ucapkan kepada mereka berdua. Mereka terlihat kaget melihatku dan menyadari kemarahanku. Aku langsung pergi meninggalkan mereka. Dan semuanya menjadi gelap gulita.
Dengan sekuat tenaga aku bangun dari tempat tidurku, dan menghampiri mereka. Aku abaikan kepalaku yang berdenyut-denyut dan pandanganku yang mulai sedikit kabur. Mereka tidak sadar akan kehadiranku, mereka begitu asyilk menikmati kebersamaan mereka berdua. “KAMU GAK USAH NGOMONG SAMA AKU LAGI ! teriakku emosi kepada Dwi. Aku sudah kehabisan kata-kata,hanya itu yang aku ucapkan kepada mereka berdua. Mereka terlihat kaget melihatku dan menyadari kemarahanku. Aku langsung pergi meninggalkan mereka. Dan semuanya menjadi gelap gulita.
Mimpi ini
benar-benar mengusik, amat sangat mengusik. Ntah apa maksud dari mimpi tersebut
aku tidak bisa berasumsi apa-apa. Ya… itu memang hanya sebuah mimpi,tapi cukup
untuk membuat dadaku terasa menyesakkan dan membuat pikiranku menjadi tidak
karuan. Sulit rasanya untuk mengabaikan mimpiku semalam.
0 comments:
Post a Comment