Senyum terkembang disudut bibirku
saat aku bertemu dengannya. Bertemu dengan teman yang bisa diajak konyol”an
bareng, ngobrol dan berdebat dengan berbagai topik sampai kita berdua disebut
lebah haha :D. Ada satu topik favorit yang selalu aku ceritakan padanya. Topik
tentang sosok seseorang yang memiliki tempat tersendiri dipojok hatiku selama kurang lebih 3 tahun. Akhirnya
kita pun pergi ke café dan berbagi cerita selama kita tidak bertemu.Topik
favorit yang selalu dia ceritakan adalah tentang seorang pelaut. Well, sebuat
saja popeye :D, topik baru pengganti topik favorit sebelumnya tentang doraemon.
Dia tau dengan
jelas siapa sosok L yang selama ini aku ceritakan, dan aku mempercayainya
sehingga aku selalu berbagi ceritaku tentang L padanya. Cerita saat dulu aku dan
L masih satu sekolah, saat dimana aku dan L dekat sebagai teman, saat dimana
ada cerita yg aku lalui dengan L dan saat dimana L menjadi cahayaku. Banyak
cerita tentang L yang kubagikan kepadanya. Baik tentang
karakternya, kebersamaanku, dan kejadian-kejadian yang kulalui saat bersama L.
Aku juga menjelaskan bagaimana perasaanku kepada L yang bertahan sejak 3 tahun
yang lalu. L L dan L nama yang slalu kusebut, sehingga dia terkadang bosan dan
mulai mengejekku haha.
Obrolan kita
dibuka dengan ceritanya tentang popeye. Tentang kekecewaannya saat mengetahui
masa lalu popeye. Akhirnya dia pun menunjukkan obrolannya bersama popeye. Ntah
kenapa tiba-tiba aku inget obrolanku dengan L beberapa hari yang lalu yang
sempat membuatku mangkel. Aku pun menunjukkan obrolanku bersama L itu
kepadanya. Dan akupun langsung saja ngomel-ngomel ga jelas buat meluapkan
kekesalanku pada L. Reaksinya aneh dan membuatku merasakan hal yang aneh, ntah
itu apa. Karena sudah larut kita pun pulang,dan melanjutkan cerita kita dirumah. Waktu itu saat aku melihat kalendermu yang berisi banyak agenda
harianmu aku membuka bulan agustus. Ada satu agendamu yang membuatku merasa
tidak nyaman. Adegan pada tanggal 25 agustus 2015 “meet ***” sebuah nama yang
sama dengan nama milik L, well itu mungkin kebetulan saja temanmu memiliki nama
yang sama dengan L. Aku tidak mau berpikiran negative mekipun hal itu
mengusikku.
Keesokan harinya
kita nongkrong di café lagi sekalian bertemu dengan idola kita :D dan dengerin
band manggung. Malam itu kita jarang bercerita hanya tertawa bersama dan
bercanda. Benar-benar malam yang melelahkan tapi menyenangkan. Dicafe itu ada
sda band yang lagi manggung, dan salah satu personilnya memiliki ciri fisik
mirip L. bentuk wajah, gaya rambut , bentuk alis , tatapannya bahkan saat dia
tersenyum pun aku langung teringat akan senyum L. “Mirip dari mananya sih mas
itu dengan si L?” Tanya dia. Untuk kesekian kalinya aku menjelaskan kemiripan
mas itu dengan L. Ntah kenapa kali ini dia begitu ngotot kalo mas itu sama
sekali tidak mirip dengan L, seakan-akan dia pernah bertemu langsung dengan L.
“kan aku yg pernah ngeliat L secara langsung” akhirnya aku pun mengakhiri
perdebatan ini.
Sebelum tidurpun
kita pasti bercerita banyak hal. Aku pun menceritakan kejadian saat pertama
kali L datang kerumahku dan bertemu bapak. Ntah kenapa ada hal aneh dikamu yang
benar-benar mengusikku, seperti ada satu hal yang kamu sembunyikan dariku.
Akhirnya kamu tidur lebih awal sedangkan aku masih terusik oleh tingkah anehmu
dan agendamu yang ada dikalender.
Akhirnya aku tau
apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya yang kamu sembunyiksn dan aku
baru menyadari mimpiku 2 bulan yang lalu memang sebuah pertanda akan hal yang tidak
pernah kamu ceritakan. Ya… semuanya benar, ternyata dibelakangku kamu sudah pernah
bertemu langsung dengan L. Chattingsn dengan L. bahkan saling tuker no
handphone. Bener kamu waktu itu bilang ga punya pin bbnya L tapi kamu punya
nomer dan kontak linenya. Obrolan di facebook bahkan sudah tidak sepeti yang
kamu bilang waktu itu sama aku. Dan seseorang yan kamu temui seperti yang tertulis
dalam agenda dikalender mu itu benar L,. L yang aku kenal. Aku sudah tidak bisa
berfikir apa-apa lagi, gatau harus ngomong apa dan bagaimana. Aktingmu selama
ini sungguh sangat bagus.. berpura pura membantuku tapi sebenarnya kamu nusuk
aku dari belakang. Apakah itu yang dinamankan sebagai teman? Teman macam apa? Pantas
saja tingkahmu seperti sudah pernah bertemu langsung dengan L, dan ternyata itu
memang benar. Dan sekarang aku mengerti kenapa wajahmu jadi aneh saat aku
bercerita tentang L. Dua hal ku sadari, pertama “ bahwa kamu bukanlah teman
yang dapat dipercaya seperti yang aku kira” kedua “L yang aku anggap sebagai
cahaya sekarang sudah berubah menjadi awan.
Hanya ada satu orang
yang bisa disalahkan dalam masalah ini, yaitu DIRIKU SENDIRI (!). Yang dengan
bodohnya mempercayai kamu dan menganggapmu sebagai seorang teman. Aku yang terlalu
naïf untuk mempercayai mimpiku 2 bulan yang lalu padahal mimpi itu sudah
menjelaskan semuanya yang terjadi. Dan aku yang berfikir tidak rasional dan menganggap
L masih tetap menjadi cahaya. BODOH (!)
0 comments:
Post a Comment