Tuesday, November 10, 2015

Ternyata itu beneran !



Senyum terkembang disudut bibirku saat aku bertemu dengannya. Bertemu dengan teman yang bisa diajak konyol”an bareng, ngobrol dan berdebat dengan berbagai topik sampai kita berdua disebut lebah haha :D. Ada satu topik favorit yang selalu aku ceritakan padanya. Topik tentang sosok seseorang yang memiliki tempat tersendiri dipojok hatiku selama kurang lebih 3 tahun. Akhirnya kita pun pergi ke café dan berbagi cerita selama kita tidak bertemu.Topik favorit yang selalu dia ceritakan adalah tentang seorang pelaut. Well, sebuat saja popeye :D, topik baru pengganti topik favorit sebelumnya tentang doraemon.
          Dia tau dengan jelas siapa sosok L yang selama ini aku ceritakan, dan aku mempercayainya sehingga aku selalu berbagi ceritaku tentang L padanya. Cerita saat dulu aku dan L masih satu sekolah, saat dimana aku dan L dekat sebagai teman, saat dimana ada cerita yg aku lalui dengan L dan saat dimana L menjadi cahayaku. Banyak cerita tentang L yang kubagikan kepadanya. Baik tentang karakternya, kebersamaanku, dan kejadian-kejadian yang kulalui saat bersama L. Aku juga menjelaskan bagaimana perasaanku kepada L yang bertahan sejak 3 tahun yang lalu. L L dan L nama yang slalu kusebut, sehingga dia terkadang bosan dan mulai mengejekku haha.
          Obrolan kita dibuka dengan ceritanya tentang popeye. Tentang kekecewaannya saat mengetahui masa lalu popeye. Akhirnya dia pun menunjukkan obrolannya bersama popeye. Ntah kenapa tiba-tiba aku inget obrolanku dengan L beberapa hari yang lalu yang sempat membuatku mangkel. Aku pun menunjukkan obrolanku bersama L itu kepadanya. Dan akupun langsung saja ngomel-ngomel ga jelas buat meluapkan kekesalanku pada L. Reaksinya aneh dan membuatku merasakan hal yang aneh, ntah itu apa. Karena sudah larut kita pun pulang,dan melanjutkan cerita kita dirumah. Waktu itu saat aku melihat kalendermu yang berisi banyak agenda harianmu aku membuka bulan agustus. Ada satu agendamu yang membuatku merasa tidak nyaman. Adegan pada tanggal 25 agustus 2015 “meet ***” sebuah nama yang sama dengan nama milik L, well itu mungkin kebetulan saja temanmu memiliki nama yang sama dengan L. Aku tidak mau berpikiran negative mekipun hal itu mengusikku.
          Keesokan harinya kita nongkrong di café lagi sekalian bertemu dengan idola kita :D dan dengerin band manggung. Malam itu kita jarang bercerita hanya tertawa bersama dan bercanda. Benar-benar malam yang melelahkan tapi menyenangkan. Dicafe itu ada sda band yang lagi manggung, dan salah satu personilnya memiliki ciri fisik mirip L. bentuk wajah, gaya rambut , bentuk alis , tatapannya bahkan saat dia tersenyum pun aku langung teringat akan senyum L. “Mirip dari mananya sih mas itu dengan si L?” Tanya dia. Untuk kesekian kalinya aku menjelaskan kemiripan mas itu dengan L. Ntah kenapa kali ini dia begitu ngotot kalo mas itu sama sekali tidak mirip dengan L, seakan-akan dia pernah bertemu langsung dengan L. “kan aku yg pernah ngeliat L secara langsung” akhirnya aku pun mengakhiri perdebatan ini.
          Sebelum tidurpun kita pasti bercerita banyak hal. Aku pun menceritakan kejadian saat pertama kali L datang kerumahku dan bertemu bapak. Ntah kenapa ada hal aneh dikamu yang benar-benar mengusikku, seperti ada satu hal yang kamu sembunyikan dariku. Akhirnya kamu tidur lebih awal sedangkan aku masih terusik oleh tingkah anehmu dan agendamu yang ada dikalender.
          Akhirnya aku tau apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya yang kamu sembunyiksn dan aku baru menyadari mimpiku 2 bulan yang lalu memang sebuah pertanda akan hal yang tidak pernah kamu ceritakan. Ya… semuanya benar, ternyata dibelakangku kamu sudah pernah bertemu langsung dengan L. Chattingsn dengan L. bahkan saling tuker no handphone. Bener kamu waktu itu bilang ga punya pin bbnya L tapi kamu punya nomer dan kontak linenya. Obrolan di facebook bahkan sudah tidak sepeti yang kamu bilang waktu itu sama aku. Dan seseorang yan kamu temui seperti yang tertulis dalam agenda dikalender mu itu benar L,. L yang aku kenal. Aku sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi, gatau harus ngomong apa dan bagaimana. Aktingmu selama ini sungguh sangat bagus.. berpura pura membantuku tapi sebenarnya kamu nusuk aku dari belakang. Apakah itu yang dinamankan sebagai teman? Teman macam apa? Pantas saja tingkahmu seperti sudah pernah bertemu langsung dengan L, dan ternyata itu memang benar. Dan sekarang aku mengerti kenapa wajahmu jadi aneh saat aku bercerita tentang L. Dua hal ku sadari, pertama “ bahwa kamu bukanlah teman yang dapat dipercaya seperti yang aku kira” kedua “L yang aku anggap sebagai cahaya sekarang sudah berubah menjadi awan.
          Hanya ada satu orang yang bisa disalahkan dalam masalah ini, yaitu DIRIKU SENDIRI (!). Yang dengan bodohnya mempercayai kamu dan menganggapmu sebagai seorang teman. Aku yang terlalu naïf untuk mempercayai mimpiku 2 bulan yang lalu padahal mimpi itu sudah menjelaskan semuanya yang terjadi. Dan aku yang berfikir tidak rasional dan menganggap L masih tetap menjadi cahaya. BODOH (!)

0 comments:

Post a Comment